kalsel.jpnn.com, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel melaksanakan program baru Manajemen Talenta Nasional sebagai langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia seni dan budaya di Banua.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, mengatakan program Manajemen Talenta Nasional bertujuan untuk menjaring, memetakan, dan mengembangkan potensi para pelaku seni dan budaya secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Program Manajemen Talenta Nasional ini merupakan program baru yang kami jalankan pada tahun 2026. Anggarannya berasal dari DAK Kementerian Kebudayaan RI dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Program ini jadi program baru bagi seluruh Taman Budaya se-Indonesia,” ujar Suharyanti, Senin.
Melalui program tersebut, Taman Budaya Kalsel akan memiliki basis data talenta seni dan budaya yang terkelola dengan baik, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai dengan kompetensi dan potensi masing-masing individu.
“Manajemen talenta ini tidak hanya berfokus pada kegiatan seni semata, tetapi bagaimana kami mempersiapkan sumber daya manusia kebudayaan yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan harapan karya seniman kita bisa memiliki nilai ekonomi yang baik,” jelasnya.
Secara teknis, program ini akan dimulai dengan pendataan ke 13 kabupaten/kota yang menyasar lima kategori kesenian yakni teater, seni rupa, seni musik, perfilman, dan bahasa sastra.
“Setelah pendataan kami akan kurasi para seniman dari 13 kabupaten/kota tersebut melalui evaluasi workshop. Kemudian mereka akan diikutkan program master class untuk digodok lagi, hingga nanti mereka membuat sebuah karya yang akan dipergelarkan,” katanya.
Menurut Suharyanti, kehadiran program ini sejalan dengan arah kebijakan nasional di bidang kebudayaan, khususnya dalam penguatan ekosistem seni dan budaya daerah.
















.jpeg)
























