bali.jpnn.com, DENPASAR - Bali United harus melupakan hasil minor yang diperoleh pada tiga laga awal putaran kedua Super League 2025-2026.
Digadang-gadang jadi penantang Persib dan Borneo FC menuju jalur juara, skuad dengan market value Rp 100 miliar lebih ini justru melempem.
Setelah ditahan imbang Semen Padang, Bali United keok dari Persik di Stadion Brawijaya dan Persebaya di Stadion Kapten Dipta.
Dua kekalahan terakhir sangat menyakitkan karena berakhir dengan skor besar dan taktik yang dijalankan selama latihan tidak berjalan optimal.
Suporter pun menuntut pelatih Bali United Johnny Jansen banyak belajar, terutama pada laga pekan ke-21 saat menantang Persija di Stadion Kapten Dipta, Minggu (15/2) mendatang.
Suporter meminta Johnny Jansen meniru taktik pelatih Arema FC, Marcos Santos yang dinilai efektif meredam permainan Persija di kandang mereka, Stadion Gelora Bung Karno.
Salah satunya, Bali United harus memainkan permainan defensif, tidak main terbuka.
Persija dikenal sangat agresif, tetapi ketika lawan bermain dengan cara yang sama, skuad Macan Kemayoran bermain sebaliknya.







































