jpnn.com, JAKARTA - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan pentingnya integrasi antarmoda transportasi seperti KRL, MRT, LRT, dan layanan pengumpan.
"Hal itu dilakukan agar tercipta konektivitas dan masyarakat terdorong meninggalkan kendaraan pribadi," ujar Djoko di Jakarta, Minggu (12/4).
Djoko menilai reformasi subsidi energi sangat mendesak dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebab, kata dia, subsidi BBM saat ini lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas yang menggunakan kendaraan pribadi setiap hari.
Djoko mendorong digitalisasi penyaluran subsidi melalui sistem berbasis data agar distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
"Benar-benar digunakan oleh angkutan umum serta sektor logistik nasional," katanya.
Dia juga mengusulkan relokasi sebagian anggaran subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), jalur sepeda, serta fasilitas pejalan kaki yang aman.
Dalam mendukung elektrifikasi, lanjut Djoko, perlu adanya insentif lebih besar bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, terutama sepeda motor yang memiliki populasi dan konsumsi energi tinggi.
















.jpeg)























