jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan pemerintah tetap melakukan impor BBM.
Bahlil mengaku produksi domestik BBM hanya berkisar 600 ribu barel per hari, menyebabkan impor tinggi untuk menutup kesenjangan.
"Lebih dari 59 persen kebutuhan BBM nasional dipenuhi dari impor, sebagian besar dari Singapura dan Malaysia," ujar Bahlil di Manado, Minggu (12/4).
Bahlil menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM.dan LPG subsidi di tengah krisis geopolitik Timur Tengah saat ini.
"Pemerintah berupaya agar harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak mengalami kenaikan dan kami terus mencari jalan keluar," kata Bahlil.
Bahlil mengatakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia harus swasembada energi dan pangan, sehingga sebagai dirinya ditugaskan untuk mencapai target tersebut.
Bahlil mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya sehingga jumlah impor BBM dan LPG makin diminimalkan.
"Kami akan berdayakan sumber daya alam yang kita punya, sehingga swasembada energi bisa tercapai," katanya.
















.jpeg)























