Sikap Wali Kota Membuka Opsi Menghilangkan Kebun Binatang Bandung Dikritik Keras

4 weeks ago 37

Sikap Wali Kota Membuka Opsi Menghilangkan Kebun Binatang Bandung Dikritik Keras

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sejarawan yang juga penulis buku 'Kado untuk Bandung: Taman Menjadi Kebun Binatang', Yudi Hamzah, dalam sebuah diskusi di Kota Bandung, Rabu (14/1/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memiliki tiga opsi untuk menyelamatkan nasib Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo.

Salah satunya ialah menghilangkan kebun binatang atau menutup sepenuhnya operasional taman satwa itu.

Ahli Sejarah Yudi Hamzah, yang juga penulis buku 'Kado untuk Bandung: Taman Menjadi Kebun Binatang'', mengkritik sikap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang membuka opsi tersebut.

Yudi mengatakan opsi tersebut seharusnya tidak dikeluarkan oleh Pemkot Bandung.

Pasalnya, kebun binatang adalah fasilitas publik yang sudah ada di Bandung sejak puluhan tahun silam.

"Sebelum di Tamansari, kebun binatang di Bandung sudah ada beberapa hingga akhirnya dibangun Bandung Zoo. Tempat ini sejak jaman dulu sudah didatangi masyarakat dan terpatri dalam memori mereka," kata Yudi dalam sebuah diskusi di Bandung, Rabu (14/1/2025).

Dia menuturkan saat ini sudah banyak bangunan bersejarah di Kota Bandung yang hilang salah satunya kolam renang Tjihampelas yang sangat fenomenal.

Menurutnya, saat kolam renang itu hilang pada 2010, banyak masyarakat yang menyayangkan. Hal yang sama dia prediksi akan terjadi apabila pemerintah menghilangkan kebun binatang.

Sejarawan Yudi Hamzah menyayangkan sikap wali kota yang membuka opsi untuk menghilangkan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo..

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |