Dugderan 2026, Padukan Akulturasi Barongsai & Tradisi Islam dalam Pesta Rakyat

2 hours ago 12

Dugderan 2026, Padukan Akulturasi Barongsai & Tradisi Islam dalam Pesta Rakyat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang. Foto: dok Pemprov Semarang

jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang. 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan Dugderan bukan seremonial rutin menjelang Ramadan semata. 

Baginya, ini adalah panggung inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang, bersatu dalam kegembiraan menyambut bulan suci.

“Dugderan adalah simbol kebersamaan warga Semarang. Kami ingin tradisi ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat persaudaraan. Ini adalah momentum penguatan identitas kota yang inklusif,” ujarnya.

Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” karnaval tahun ini menjadi sangat istimewa karena berdekatan dengan perayaan Imlek.

Agustina juga menilai acara itu menjadi cara mempertegas jati diri Semarang sebagai kota paling toleran melalui rute panjang melintasi ikon-ikon religi lintas budaya.

Agustina menyebut untuk menjaga kekhidmatan prosesi, karnaval tahun ini dibagi menjadi dua sesi utama. 

Sesi pertama berupa Pawai Budaya Dugder yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan komunitas seni dari Balai Kota menuju kawasan Alun-Alun Kauman. 

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |