jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah mempercepat pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga hari kelima pascabencana gempa, sebanyak 253 ton logistik telah diangkut menuju wilayah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pada Rabu (19/7) dini hari, lima pesawat kembali diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan membawa total 65 ton bantuan.
“Jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Kambing-kambing melintasi retakan jalan di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada 17 Agustus 2026. Setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 menghantam sejumlah daerah di NTT, ribuan warga mengungsi. Foto: Juni Kriswanto/AFP
Logistik yang dikirim terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak.
Pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.
Dari Posko Labuan Bajo, bantuan didorong menuju sejumlah wilayah, antara lain Manggarai dan Ngada. Sementara itu, bantuan dari Posko Maumere didistribusikan menuju Sikka, Ende, dan Nagekeo.









































