jpnn.com, JAKARTA - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat tahun 2025 sebagai tahun strategis dengan berbagai capaian dalam memperkuat infrastruktur mutu nasional.
"Ke depan, standardisasi tidak hanya menjadi instrumen teknis, tetapi juga fondasi perlindungan masyarakat dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional," tegas Plt Kepala BSN Y. Kristianto Widiwardono dalam Konferensi Pers “Refleksi Tahun 2025 dan Outlook Tahun 2026” di Kantor BSN, Jakarta, Selasa (27/1).
Sepanjang 2025, BSN berhasil menetapkan 595 Standar Nasional Indonesia (SNI) baru, sehingga total SNI aktif mencapai 10.081.
Standar-standar ini menyasar sektor strategis seperti pangan, infrastruktur, dan energi, termasuk SNI food tray untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.
"SNI 9369:2025 tentang Wadah bersekat (Food Tray) dari baja tahan karat untuk makanan kami susun untuk memastikan peralatan makan aman, tahan lama, dan tidak mengandung zat berbahaya, sekaligus mendorong industri dalam negeri," jelas Kristianto.
Dia mengatakan penerapan SNI terbukti meningkatkan daya saing. Sebanyak 204 jenis produk ber-SNI berhasil menembus ekspor.
Bahkan, 19 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan BSN berhasil mengirim produk seperti durian, rumput laut, tempe, dan kerajinan ke pasar internasional berkat penerapan SNI.
Di tingkat global, BSN aktif memperjuangkan kepentingan nasional melalui forum internasional seperti TBT-WTO dan kerja sama bilateral dengan Arab Saudi dan China untuk meminimalkan hambatan perdagangan dan memastikan mutu produk impor.





















.jpeg)






















