jpnn.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menemukan satu orang pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (9/5/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Denpasar, Bali, Sabtu malam mengatakan bahwa korban berinisial E yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT.
Proses evakuasi jenazah korban erupsi gunung api Dukono oleh tim SAR Gabungan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5). FOTO: BPBD Kabupaten Halmahera Utara
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, korban ditemukan di area sekitar 50 meter dari bibir kawah utama Gunung Dukono.
"Jasad korban awalnya tertutup material pasir vulkanik dan baru mulai terlihat setelah lokasi pencarian diguyur hujan deras yang menyapu sebagian material tersebut," ujar Abdul.
Menurut Abdul, saat ini jenazah korban berada di RSUD Tobel, setelah melewati proses evakuasi yang penuh kehati-hatian mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih fluktuatif dan tebalnya pasir vulkanik di lokasi kejadian.
Selain itu, tim di SAR juga telah mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir yang diduga kuat sebagai lokasi keberadaan dua korban lainnya.
Adapun kedua titik tersebut berada dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban pertama.










































