jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengaku sebagai santri mendapat kehormatan untuk menjabat Menteri Kehutanan (Menhut) era kepemimpinan Prabowo Subianto.
Hal demikian dikatakan Raja Juli saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-73 Nahdlatul Wathan di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Lombok Timur, Sabtu (7/3).
Dia mengaku dalam menjalankan tugas sebagai Menhut bertanggung jawab secara moral dan agama.
“Saya sebagai santri menjalankan amanah sebagai Menteri Kehutanan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu tidak hanya menjalankan persoalan-persoalan kehutanan ini berkaitan dengan urusan duniawi saja,” ujar Raja Juli dalam keterangan persnya, Minggu (8/3).
Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat itu menuturkan salah satu tugas yang diamanahkan ialah memperbaiki tata kelola kehutanan.
Satu di antaranya, kata Raja Juli, mempercepat penerbitan surat izin perhutanan sosial sebagai program prioritas Presiden Prabowo.
“Pak Prabowo Subianto memerintahkan kepada saya untuk memperbaiki tata kelola kehutanan kita, termasuk di antaranya barusan saya menyerahkan sertifikat atau SK Perhutanan Sosial kepada kelompok tani di Lombok Timur ini untuk meningkatkan para petani hutan kita,” ujar eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu.
Raja Juli mengatakan bahwa setiap kebijakan yang diambil di Kementerian Kehutanan tidak akan berkontribusi terhadap kerusakan alam.










































