jpnn.com, AGAM - Palang Merah Indonesia (PMI) menurunkan personel kesehatan dari Banten untuk mempercepat layanan kesehatan gratis di lokasi bencana alam di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
"Hari ini PMI Bukittinggi mendapat bantuan dan dukungan dari tim layanan kesehatan PMI Banten," kata Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais di Kabupaten Agam, Selasa.
Ahmad Jais menyebutkan lima personel PMI Banten tersebut akan bekerja sama dengan PMI setempat dan para relawan dari Universitas Borobudur selama dua di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Tambahan dukungan sumber daya ini untuk mempercepat pelayanan kesehatan gratis yang diberikan kepada penyintas banjir bandang dan tanah longsor. Di hari pertama layanan kesehatan (27/1/2026) antusias masyarakat sangat tinggi sementara petugas medis cukup terbatas.
"Tambahan ini juga antisipasi agar antrean tidak terlalu panjang. Sebab, di hari pertama kami melayani hampir 100 orang," sebut dia.
Selain itu, tambahan lima personel tersebut juga akan mempercepat aksi sosial PMI yang hingga kini masih terus membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak material banjir bandang.
"Jadi, di samping memberikan layanan kesehatan gratis PMI juga membantu membersihkan rumah-rumah warga," ujarnya.
Ia menargetkan satu rumah di Jorong Toboh yang masih terdampak tumpukan lumpur hingga 1,5 meter hari ini bisa dibersihkan agar pemilik rumah bisa kembali menempatinya setelah dua bulan bencana terjadi.





















.jpeg)






















