jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi dibuka melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp 17.630 dolar AS (USD) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.597 per USD.
Pada pukul 10.00 WIB rupiah kembali melemah 75 poin menuju Rp 17.672 per USD.
“Rupiah melemah 75 poin ke Rp 17.672 akibat pernyataan Prabowo yang nyeleneh,” ungkap Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin (18/5).
Ibrahim menilai bahwa pernyataan Presiden terlihat seperti menganggap enteng penguatan USD terhadap rupiah dengan pengumpamaan orang desa tidak terpengaruh USD karena tidak menggunakan USD.
“Rupanya pernyataan presiden Prabowo berakibat fatal pada pelemahan mata uang rupiah,” ucap Ibrahim.
Dia melanjutkan USD yang menguat mengerek harga minyak mentah dan berdampak pada impor minyak yang sangat besar.
"Masyarakat berpindah menabung dari rupiah menjadi valuta asing,” kata dia.
Ibrahim menyebutkan seharusnya pemerintah memberikan satu masukan untuk menekan kebutuhan minyak yang lebih tinggi.








































