jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 34 poin ke level Rp17.839 per USD pada perdagangan Selasa, (2/6).
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan faktor utama pelemahan rupiah terjadi lantaran sorotan pasar terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Melalui media sosial, Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran terus berlanjut.
Dia juga menyampaikan kepada ABC News, mengharapkan adanya kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata.
"Kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz "dalam minggu depan," begitu analisis Ibrahim, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (2/6).
Sentimen pasar internasional juga dipengaruhi oleh pengumuman Lebanon mengenai gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel.
Iran sendiri diketahui telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran di Teluk, yang mendorong kenaikan harga minyak dan gas alam global.
Selain isu geopolitik, Trump menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor tembaga, aluminium, dan besi.





































