Rupiah Berpotensi Melemah, Lagi-Lagi Gegara Ulah Trump

2 days ago 30

Rupiah Berpotensi Melemah, Lagi-Lagi Gegara Ulah Trump

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kurs rupiah berpotensi melemah seiring adanya spekulasi Kevin Warsh sebagai pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadi Ketua Bank Sentral. (Ilustrasi). Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.776 per USD dari sebelumnya Rp 16.786 per USD.

Namun, kurs rupiah berpotensi melemah seiring adanya spekulasi Kevin Warsh sebagai pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadi Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Hal itu diungkapkan oleh Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap USD oleh spekulasi pilihan Trump, Kevin Warsh, untuk menjabat kepala The Fed baru mendukung USD,” ujar dia di Jakarta, Senin.

Mengutip Anadolu, Trump telah mengumumkan bahwa dirinya memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Bank Sentral AS yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan Mei 2026.

Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pendukung inflasi yang ketat, Warsh baru-baru ini berpihak pada Trump dengan secara terbuka menganjurkan suku bunga lebih rendah. Trump sudah berulang kali mengatakan akan menunjuk seorang Ketua Fed yang mendukung suku bunga lebih rendah.

Dengan suku bunga saat ini antara 3,5-3,75 persen, Trump berpendapat bahwa AS harus memiliki suku bunga terendah di dunia dan menyerukan penurunan hingga 1 persen.

“Warsh walau pilihan Trump, dipandang berpengalaman di Federal Reserve dan diharapkan tidak akan serta merta menuruti keinginan Trump memangkas suku bunga,” kata Lukman.

Kurs rupiah berpotensi melemah seiring adanya spekulasi Kevin Warsh sebagai pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadi Ketua Bank Sentral

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |