jpnn.com, JAKARTA - Sales & Marketing Department Head Sedayu City, Fredy Siswoyo mengatakan banyak calon pembeli properti tidak lagi hanya melihat potensi nilai investasi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana rumah dapat menunjang kualitas hidup dalam jangka panjang.
Jika sebelumnya hunian lebih sering diposisikan sebagai aset jangka panjang, kini rumah semakin dipilih sebagai ruang hidup yang harus nyaman, adaptif, dan relevan dengan aktivitas sehari-hari.
Bagi banyak pembeli, khususnya generasi muda, rumah pertama tidak lagi sekadar langkah awal memiliki properti.
Hunian diharapkan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bekerja dari rumah, berkumpul bersama keluarga, hingga menjadi ruang istirahat yang nyaman.
Media sosial juga semakin berperan dalam membentuk preferensi pembeli. Berbagai platform digital kini menjadi sumber inspirasi untuk menentukan gaya hunian, mulai dari dapur multifungsi hingga ruang penyimpanan yang efisien.
Hal ini membuat calon pembeli datang dengan referensi visual yang lebih jelas sekaligus lebih memahami bahwa rumah dapat berkembang seiring waktu.
Selain desain rumah, lingkungan tempat tinggal juga menjadi pertimbangan penting. Kawasan hunian yang menghadirkan fasilitas terintegrasi—seperti ruang rekreasi, area kuliner, hingga ruang terbuka—dinilai mampu mendukung gaya hidup yang lebih seimbang.
Salah satu contohnya adalah kawasan Sedayu City di Kelapa Gading, Jakarta, yang menghadirkan berbagai pilihan hunian sekaligus fasilitas hiburan seperti Old Shanghai dan Grand Waterfront.











































