jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menggelar Refleksi Waisak Nasional 2570 BE/2026 M di Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang, Minggu (17/5).
Kegiatan dengan mengangkat tema “Genta dan Lonceng Perdamaian” itu menjadi ruang refleksi kebangsaan sekaligus penguatan nilai toleransi antarumat beragama yang selama ini diperjuangkan PKB.
Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar hadir mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
Dalam sambutannya, Gus Halim mengurai makna Hari Raya Tri Suci Waisak sebagai refleksi atas tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha.
Dia menjelaskan Waisak adalah momentum suci yang memperingati tiga peristiwa agung, yakni kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, tercapainya pencerahan sempurna oleh Sang Buddha, dan wafatnya Sang Buddha atau parinibbana.
"Tiga peristiwa ini mengajarkan umat manusia tentang kasih sayang, kebijaksanaan, serta jalan menuju perdamaian,” kata Gus Halim.
Gus Halim menyatakan bahwa nilai-nilai Waisak sangat relevan bagi kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.
Dia juga mengurai peran besar Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam memperjuangkan kebebasan beragama dan hak-hak umat Buddha serta etnis Tionghoa di Indonesia.








































