jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan QRIS antarnegara pada triwulan II 2026 mencatatkan transaksi inbound sebesar Rp 1,85 triliun dan outbound sekitar Rp 330 miliar, sehingga menghasilkan net inbound sebesar Rp 1,52 triliun.
Inbound merupakan transaksi pengguna luar negeri di Indonesia, sedangkan outbound adalah transaksi pengguna Indonesia di luar negeri.
"Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Jakarta, Rabu (22/7).
Filianingsih menambahkan kinerja positif ini menunjukkan QRIS antarnegara digunakan oleh residen di negara lain yang datang ke Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata melalui sektor pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya.
Filianingsih mengungkapkan BI saat ini terus melanjutkan diskusi dengan India untuk kerja sama pembayaran lintas negara.
Selain itu, BI juga sudah memulai diskusi secara lebih mendalam dengan Arab Saudi dan Hong Kong.
"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," kata Filianingsih.
Secara keseluruhan, BI mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal untuk menopang kegiatan ekonomi.












































