Putri Mandalika Bak Titik Temu antara Legenda dan Nilai Hidup

14 hours ago 22

Putri Mandalika Bak Titik Temu antara Legenda dan Nilai Hidup

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Budayawan dari Sasak Agus Fathurrahman. Foto: dok FBN

jpnn.com, JAKARTA - Legenda Putri Mandalika telah lama hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sasak sebagai kisah pengorbanan demi mencegah peperangan.

Melalui film pendek “Mandalika: Harmoni Logika dan Nurani”, kisah tersebut dihadirkan kembali dengan nilai yang lebih kontekstual–bahwa sosok ini adalah simbol kebijaksanaan dan pengetahuan yang melahirkan tradisi Bau Nyale.

Film ini akan ditayangkan dalam acara Culture Night of Mandalika “Bau Nyale Short Movie Screening” pada 6 Februari 2026 di Pantai Kuta Mandalika sebagai bagian dari rangkaian Festival Bau Nyale.

“Karya sinematik memiliki power sebagai medium pengetahuan, karena di dalamnya merangkum gagasan dalam narasi visual, lebih mudah dipahami, lebih mudah dianalisis. Tentu film pendek 'Mandalika' ini menjadi dokumentasi budaya untuk ruang refleksi terkait tradisi autentik asal Suku Sasak," ujar Guru Besar Unram, Prof. Dr. H. Nuriadi, S.S., M.Hum pada Senin (02/02)

Putri Mandalika dan Cikal Bakal Bau Nyale

Masyarakat Suku Sasak mengisahkan Putri Mandalika bak titik temu antara legenda dan nilai hidup.

Mandalika digambarkan sebagai sosok pemimpin yang dihadapkan pada konflik besar: perebutan kekuasaan yang mengancam kedamaian rakyatnya.

Bau Nyale kemudian tumbuh sebagai tradisi yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut, diwariskan lintas generasi dan menjadi salah satu ritual budaya paling penting di Lombok hingga kini.

Kisah Mandalika pun menjadi refleksi tentang kepemimpinan yang berakar empati pada manusia dan alam.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |