jogja.jpnn.com, SLEMAN - Meski tiket promosi ke Super Liga 2026/2027 sudah digenggam, ambisi PSS Sleman untuk mengangkat trofi juara tidak memudar. Tim berjuluk Laskar Sembada itu terus menggenjot persiapan intensif di Lapangan Pakembinangun guna menghadapi laga krusial melawan Garudayaksa FC pada Sabtu malam (9/5).
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengatakan bahwa keberhasilan promosi hanyalah satu langkah awal. Kini, fokus utama tim adalah menyempurnakan musim dengan status jawara.
“Untuk pertandingan final, semuanya sudah menunjukkan sikap dan antusiasme yang cukup tinggi di sesi latihan. Semoga hal ini bisa diaplikasikan dengan baik saat laga final nanti,” ungkap Ansyari di mess pemain pada Rabu malam (6/5).
Menjelang laga puncak di Stadion Maguwoharjo, PSS Sleman mendapatkan angin segar terkait ketersediaan pemain. PT LIB selaku operator kompetisi menerapkan regulasi pemutihan hukuman akumulasi kartu kuning untuk partai final.
Hal ini praktis membuat Ansyari Lubis leluasa menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Sejumlah pilar yang sebelumnya terancam absen karena sanksi kartu kini bisa kembali memperkuat tim.
“Insyaallah semuanya bisa aman karena di pertandingan final kartu kuning semua diputihkan kecuali kartu merah,” tegas sang juru taktik.
Pertajam Strategi Bola Mati
Selain fisik dan mental, aspek taktikal juga menjadi perhatian serius. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, penggawa Laskar Sembada mendapatkan porsi khusus latihan set piece (situasi bola mati).
Ansyari menilai detail kecil seperti tendangan bebas dan sepak pojok seringkali menjadi pembeda di laga final yang ketat.







































