jpnn.com - BANTUL - Derbi Mataram antara tuan rumah PSIM Yogyakarta vs Persis Solo hadir pada pekan ke-20 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2) sore.
Sepertinya ini momen yang tepat menyaksikan Derbi Mataram sengit.
PSIM seharusnya menjadikan laga nanti pelampiasan setelah menelan dua kekalahan beruntun di dua pekan sebelumnya, yakni dari Persebaya Surabaya dan Borneo FC Samarinda.
Sementara itu, Persis juga seharusnya menjadikan laga nanti bukti kekuatan tim baru, setelah melakoni 'pemanasan' dengan Borneo FC (kalah) dan Persib Bandung (kalah).
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel menuturkan tim siap melakoni derbi dan menyadari tamu yang datang tak bisa diprediksi kekuatannya.
“Persis Solo mendatangkan sebelas pemain baru. Saya sudah melihat tiga pertandingan mereka dan setiap laga pemainnya berbeda-beda. Jadi, pada dasarnya, sedang terjadi dua hal itu (pemain baru & perombakan) di tim mereka,” ujar Van Gastel.
Karena itu, Gastel enggan memikirkan kekuatan Persis. Dia memilih memprioritaskan perbaikan internal Laskar Mataram untuk bangkit dari dua hasil minor sebelumnya.
“Kami harus mengeluarkan permainan kami sendiri, terutama setelah dua kekalahan. Kami mencari kemenangan,” katanya.










































