bali.jpnn.com, KUTA - Proyek percepatan penyelesaian Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Package 2 Kuta–Legian–Seminyak Beach Conservation Works mengalami sedikit kendala.
Fakta itu diungkap Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bali Penida, Gede Lanang Sunu Perbawa saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Minggu (5/7) lalu.
Sunu Perbawa mengatakan pelaksanaan sand nourishment terdampak insiden yang dialami kapal Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Untuk menjaga target penyelesaian pekerjaan, tim pelaksana menyiapkan metode alternatif sand dredging dengan memanfaatkan beberapa kapal tambahan.
"Sambil menunggu perbaikan kapal yang terkena insiden, kami akan menggunakan beberapa kapal baru dari Indonesia," ujar Sunu Perbawa dilansir dari laman Balai Wilayah Sungai Bali Penida.
Melalui metode tersebut, pasir dari lokasi sumber di perairan Jimbaran akan dikeruk menggunakan kapal pengeruk (dredger).
Pasir itu kemudian dipindahkan ke kapal pengangkut (sand carrier/barge) untuk didistribusikan secara bertahap ke lokasi pekerjaan di sepanjang pantai Kuta–Legian–Seminyak.
Sistem kerja paralel ini diharapkan mampu menjaga pasokan material sehingga target penyelesaian pekerjaan pada November 2026 tetap dapat tercapai.




































