jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait berlindung ke bunker sebagai tanda pemimpin militer Indonesia tidak main-main menyikapi urusan nyawa anak buah di lokasi konflik.
"Menunjukkan bahwa keselamatan personel ditempatkan sebagai prioritas utama, sekaligus memastikan mandat perdamaian tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin," kata Dave melalui layanan pesan, Sabtu (4/4).
Legislator fraksi Golkar itu mengatakan langkah Indonesia ikut misi perdamaian di Lebanon memang berisiko tinggi.
Menurut Dave, wajar ketika muncul kebijakan dari pimpinan TNI yang membuat perintah dengan orientasi ke perlindungan prajurit.
"Instruksi tersebut bagian dari evaluasi menyeluruh yang terus dilakukan agar pasukan kita tetap dapat menjalankan tugas dengan aman dan efektif," ujarnya.
Namun, kata Dave, perintah Panglima agar anggota TNI berlindung di bunker tak bisa langsung dimaknai perlunya negara menarik prajurit dari Lebanon.
Menurutnya, langkah penarikan pasukan tidak boleh diambil secara tergesa-gesa, melainkan harus melalui pertimbangan strategis antara TNI, Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjaga perdamaian dunia, dan kehadiran prajurit TNI di UNIFIL adalah wujud nyata dari komitmen tersebut," ujarnya.









































