jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Ojek online (ojol) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan dukungan terhadap kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sehari dalam sepekan tiap Jumat, mulai April 2026.
Pembina Ojol LLJ Banyumas Raya Saharza Ananda Sylviano mengatakan para pengemudi merasakan langsung dampak positif dari berkurangnya mobilitas masyarakat saat kebijakan tersebut diberlakukan.
“Di lapangan kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Ketika mobilitas berkurang, jalanan lebih lancar, waktu tempuh lebih singkat, dan konsumsi BBM juga ikut menurun. Ini tentu berdampak langsung pada efisiensi kerja kami sebagai pengemudi,” ujar Arza, sapaan akrabnya, Minggu (5/4).
Menurutnya, kekhawatiran bahwa kebijakan WFH akan menurunkan pendapatan sektor transportasi tidak sepenuhnya terbukti. Dengan pola mobilitas yang lebih merata, permintaan layanan justru menjadi lebih stabil dan tidak hanya menumpuk pada jam sibuk.
“Order memang tidak sepadat saat jam berangkat dan pulang kantor seperti biasa, tetapi lebih tersebar sepanjang hari. Ini membuat ritme kerja kami lebih teratur dan tidak terlalu melelahkan,” tuturnya.
Arza menilai kebijakan WFH juga membawa dampak positif dalam jangka panjang, tidak hanya bagi pekerja kantoran, tetapi juga pelaku transportasi dan masyarakat luas. Berkurangnya kemacetan dinilai mampu menekan tingkat stres di jalan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Dia menegaskan, WFH seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari transformasi sistem kerja yang lebih adaptif di era modern.
Ojol LLJ Banyumas Raya berharap pemerintah terus mengevaluasi dan mengembangkan kebijakan tersebut secara berkelanjutan. Upaya itu, antara lain, dengan memperkuat infrastruktur digital serta sistem pengawasan kinerja agar implementasinya semakin optimal.






































