jpnn.com, BANDUNG - Polisi mengungkap pelaku pembunuhan atas pelajar berinisial ZAAQ (14 tahun), sempat membuat alibi kepada keluarga dan teman korban, agar tidak dicurigai.
ZAAQ ditemukan tewas dengan luka tusuk di Eks Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kampung Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (13/2).
Pelakunya ialah YA dan AP, masing-masih masih di bawah umur yang sakit hati, karena korban memutuskan hubungan pertemanan.
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah Adi Putra mengatakan selesai pelaku menghabisi nyawa dan meninggalkan korban di TKP, mereka kembali ke Garut.
DI sana, rupanya pihak keluarga korban sudah mencurigai, sebab ZAAQ tidak kunjung pulang dari sekolahannya.
"Saat korban tidak kembali, ternyata ada kecurigaan dari pihak keluarga yang mengetahui antara korban dengan pelaku memang berteman."
"Pelaku YA dan AP besoknya sempat dikumpulkan oleh Pak RT, (ditanya) pernah melihat korban dan lain-lain, dan pelaku bilang 'saya tidak pernah lihat'. Di situ sudah muncul alibi berbohong," kata Niko di Mapolres Cimahi, Minggu ( 15/2).
Dia menjelaskan pelaku saat kejadian membawa pulang ponsel korban dan pada malam harinya Y menyebarkan pesan singkat kepada teman serta keluarganya jika korban diculik.









































