jpnn.com, JAKARTA - Di tengah pesatnya laju transformasi digital, tantangan utama dalam bisnis bukanlah kurangnya alat kerja, melainkan hilangnya konteks.
Diskusi terjadi di aplikasi chat, keputusan tersimpan di email, sementara eksekusi dilakukan di platform lain. Akibatnya, anggota tim menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk berkoordinasi alih-alih menyelesaikan pekerjaan yang sesungguhnya.
Sebagai platform kolaborasi terpadu, Lark hadir untuk mendefinisikan ulang efisiensi kerja di suatu perusahaan. Dengan sistem yang mobile-native dan chat-centric, Lark membantu tim bekerja tanpa harus terus berpindah aplikasi (context switching).
Semua fungsi mulai dari komunikasi, manajemen kerja, persetujuan, hingga kolaborasi dokumen, menyatu dalam satu alur, memberikan visibilitas eksekusi yang menyeluruh bagi seluruh tim.
“Produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan. Lark hadir untuk membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien, sehingga kolaborasi dan pengambilan keputusan di dalam perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat,” kata General Manager APAC Lark Mark Dembitz.
Digunakan di lebih dari 190 negara, Lark membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat, meningkatkan produktivitas hingga 39%, dan mengurangi biaya operasional hingga 70%.
Berikut lima cara Lark mendukung operasional bisnis agar bekerja lebih cerdas di era digital:
1. Dari Percakapan ke Keputusan Tanpa Kehilangan Konteks









































