jogja.jpnn.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengerahkan forum sukarelawan dan warga setempat untuk menangani rumah rusak tertimpa pohon tumbang dampak hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (18/2) siang. Kejadian terjadi di wilayah Demangan, Kelurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, sekitar pukul 13.10 WIB.
?
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyebut tim penanganan melibatkan FPRB Argodadi, Kampung Siaga Bencana Argodadi, warga, serta Tim Reaksi Cepat BPBD Bantul.
Tidak ada korban jiwa, tetapi rumah milik Rubiyanto yang berukuran 30 meter persegi itu rusak dengan estimasi kerugian Rp 5 juta, termasuk genting, reng, usuk, balungan, dan peralatan dapur.
"Rencana tindak lanjut dari masyarakat dan pemerintah adalah kerja bakti, kemudian untuk kebutuhan yaitu terpal dua buah, dan logistik kerja bakti," katanya.
Antoni menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih berlangsung di Bantul.
?
Cuaca ekstrem itu tercatat mengakibatkan 25 pohon tumbang di tujuh kapanewon, merusak belasan rumah, mengganggu 25 titik akses jalan, serta menimbulkan kerusakan lain seperti gangguan listrik.
Bantul jadi wilayah paling parah terdampak di DIY, dengan Kapanewon Bantul paling banyak, yaitu 10 titik.
BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk memantau wilayah masing-masing, meningkatkan kesiapsiagaan, dan menghubungi Pusdalops BPBD saat kondisi darurat.
Hujan intensitas tinggi diprakirakan masih mengguyur DIY sehingga berpotensi picu bencana serupa. (mar3/jpnn)






































