jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyambut positif langkah pemerintah yang tetap menerapkan pembelajaran tatap muka penuh per April 2026 bagi peserta didik.
Hal demikian dikatakan Lalu menyikapi keputusan pemerintah yang membatalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring demi menghemat energi.
"Saya menilai langkah ini tepat mengingat urgensi pemulihan akademik dan pembentukan karakter peserta didik yang sulit dioptimalkan melalui pembelajaran daring," kata Lalu melalui layanan pesan, Jumat (27/3).
Legislator fraksi PKB itu menyebut kebijakan pembelajaran tatap muka menunjukkan bahwa pemerintah belajar dari pengalaman PJJ pada Covid-19.
"Kami menilai bahwa pembelajaran tatap muka memang harus tetap menjadi prioritas utama," katanya.
Saat ini, kata Lalu, pemerintah sudah menerapkan sistem zonasi, sehingga mayoritas siswa tentu memiliki jarak tempuh yang jauh menuju sekolah.
"Dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan. Oleh karena itu, mempertahankan kegiatan belajar mengajar secara langsung adalah langkah yang proporsional," ujar Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Lalu mengatakan Komisi X mendukung pendekatan pemerintah yang fleksibel dalam menerapkan PJJ yang dilakukan terbatas dan disesuaikan karakteristik mata pelajaran.











































