Penyebab Tingginya Tingkat Pengangguran Angkatan Kerja Muda

4 hours ago 20

Minggu, 06 September 2026 – 17:35 WIB

Penyebab Tingginya Tingkat Pengangguran Angkatan Kerja Muda - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Tingkat pengangguran angkatan kerja muda. Foto dok JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Angkatan kerja muda Indonesia menghadapi tantangan berat di pasar kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 mencatat dari total 7,22 juta penganggur di Indonesia, sekitar 67 persen atau setara 4,8 juta orang di antaranya berasal dari kelompok usia muda.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Qisha Quarina mengungkapkan bahwa tingginya angka pengangguran muda berkaitan erat dengan rendahnya human capital (modal manusia) dibandingkan pekerja dewasa.

"Alasan utama kelompok muda lebih rentan adalah karena human capital-nya masih relatif lebih rendah, terutama dari sisi pengalaman kerja, pendidikan, dan pengalaman mengikuti pelatihan," ujar Qisha, Jumat (4/9).

Pekerja muda umumnya baru memiliki general skills sehingga perusahaan cenderung mempertahankan pekerja dewasa yang sudah memiliki keterampilan spesifik perusahaan (firm-specific skills) untuk menghemat biaya pelatihan ulang.

Selain itu, mayoritas lapangan kerja yang tersedia berada di sektor informal dengan jaminan ketenagakerjaan yang minim serta pendapatan fluktuatif.

Dampak maraknya pekerjaan informal tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.

Menurut Qisha, saat Indonesia memasuki fase aging population, pekerja informal tanpa jaminan pensiun berisiko memicu beban fiskal antargenerasi karena tingginya ketergantungan pada bantuan sosial negara.

Oleh karena itu, Qisha mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menempatkan konsep pekerjaan layak sebagai prioritas.

Tingkat pengangguran pekerja muda cukup tinggi. Dosen UGM memaparkan penyebabnya dan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |