jpnn.com - Pelantikan Pengurus IKAL-Lemhannas Masa Bakti 2026–2031 bukan sekadar agenda organisasi alumni.
Lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan kembali bahwa alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab moral dan kebangsaan untuk terus hadir di tengah dinamika nasional yang semakin kompleks.
Ketua Umum IKAL-Lemhannas Prof. Purnomo Yusgiantoro menegaskan pentingnya penguatan peran alumni Lemhannas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut relevan dengan kondisi Indonesia hari ini, ketika tantangan nasional tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi juga multidimensional: polarisasi sosial, disrupsi teknologi, krisis kepercayaan publik, ketahanan pangan dan energi, hingga kompetisi geopolitik global.
Dalam situasi seperti ini, bangsa membutuhkan lebih banyak ruang dialog, keteladanan, dan kepemimpinan yang mampu menjaga semangat persatuan nasional.
Alumni Lemhannas memiliki posisi strategis karena berasal dari beragam latar belakang: sipil, militer, birokrasi, akademisi, pengusaha, profesional, hingga tokoh masyarakat. Keberagaman itu menjadi modal sosial penting dalam memperkuat kohesi kebangsaan.
Namun, penguatan peran alumni tentu tidak cukup hanya melalui seremoni atau kegiatan formal organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan di Lemhannas dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata di masyarakat.
Nilai integritas, wawasan geopolitik, kepemimpinan nasional, dan kemampuan melihat persoalan secara komprehensif harus menjadi karakter yang hidup dalam pengabdian sehari-hari.








































