bali.jpnn.com, TABANAN - Operasi SAR mencari pendaki Gunung Batukaru, Tabanan, I Made Dibya, 84, yang hilang sejak Sabtu (29/4) sebenarnya telah dihentikan Basarnas Bali sejak Sabtu (2/5) lalu.
Penghentian operasi SAR dilakukan lantaran selama operasi yang berlangsung tujuh hari, jejak korban tak ditemukan.
Namun, upaya pencarian petani asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Penebel, Tabanan, kembali dilanjutkan, Minggu (10/5) pagi.
Tim SAR gabungan kembali diterjunkan setelah Sabtu (9/5) kemarin sore pukul 16.20 WITA, korban ditemukan meninggal dunia di jurang sedalam 90meter pada ketinggian 1.800 Mdpl.
“Saat pertama kali ditemukan, muncul kecurigaan bahwa jenazah tersebut merupakan Made Dibya.
Korban sebelumnya dilaporkan terpisah dan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) I Nyoman Sidakarya, Minggu (10/5).
Nyoman Sidakarya mengatakan Basarnas Bali langsung berkoordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal Gunung Batukaru untuk membantu melakukan pencarian.
Pada pukul 16.40 WITA, Sabtu (9/5) kemarin, Basarnas Bali memberangkatkan lima personel dari Pos Jimbaran, Kuta Selatan menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru.







































