kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memfasilitasi pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat pada kawasan perkantoran pemprov di Banjarbaru untuk memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah 'Bumi Antasari'.
Gubernur Kalsel H. Muhidin mengatakan pembangunan ini sebagai tonggak sejarah baru bagi daerah, sekaligus menjadi simbol penguatan kehadiran negara dalam konteks peningkatan sistem pertahanan di daerah.
“Selama ini, Kalimantan Selatan masih berada dalam kendali wilayah militer yang terpusat di luar provinsi. Dengan hadirnya Kodam, efektivitas kendali teritorial dan koordinasi lintas sektor akan semakin meningkat,” ujarnya.
Dia menyebut pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun sinergi lintas sektor.
Muhidin berkeyakinan pembangunan ini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pertahanan, tetapi juga bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan pembangunan Kodam bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Kehadiran Kodam ini akan memperpendek rentang kendali, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta mempercepat respons terhadap berbagai situasi di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kekuatan rakyat sehingga semangat juang masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan, menjadi faktor penting yang membuat Indonesia disegani.







































