jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, mengusulkan pembangunan dua infrastruktur perlintasan sebidang kepada pemerintah pusat guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus mengurangi kemacetan di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan dua proyek yang diusulkan meliputi pembangunan jalan layang (fly over) di perlintasan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, serta lintas bawah (underpass) di perlintasan Lemahabang, Kecamatan Cikarang Utara.
“Kemarin kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Tingkat kemacetan di dua titik tersebut memang luar biasa. Maka, dua itu yang kami usulkan, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi perlintasan sebidang di seluruh wilayah,” kata Agus di Cikarang, Kamis (7/5).
Menurut dia, kedua titik perlintasan tersebut telah memenuhi persyaratan pembangunan. Bahkan, dokumen Detail Engineering Design (DED) telah disiapkan, mencakup perencanaan teknis hingga estimasi biaya proyek.
Berdasarkan perhitungan sementara dalam DED, pembangunan underpass Lemahabang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp99 miliar. Sementara itu, pembangunan fly over Telaga Asih diperkirakan menelan biaya Rp85 miliar.
“Itu untuk konstruksi, karena DED sudah ada, tetapi nanti kemudian dihitung ulang oleh Bappenas kebutuhannya seperti apa,” ujarnya.
Perlintasan sebidang Lemahabang berada di dekat Stasiun Lemahabang dan menjadi penghubung antara Jalan Provinsi KH Raden Ma'mun Nawawi Cikarang-Cibarusah dengan Jalan Nasional Jenderal Urip Sumoharjo.
Agus menjelaskan, rencana pembangunan underpass Lemahabang sebenarnya telah lama disiapkan. Pemerintah Kabupaten Bekasi bahkan telah melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek.







































