jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, dengan fokus utama memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto adalah menyiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi apabila situasi keamanan di kawasan tersebut berubah.
“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jemaah haji, itu yang paling penting,” ujarnya.
Salah satu skenario yang disiapkan adalah penyesuaian rute penerbangan menuju Arab Saudi apabila jalur penerbangan yang biasa dilalui dinilai tidak aman.
Opsi perubahan rute tersebut, kata Danhil, akan dikoordinasikan dengan otoritas penerbangan dan sejumlah negara yang dilintasi, termasuk kemungkinan melalui jalur selatan atau Afrika.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan skenario penundaan keberangkatan apabila eskalasi konflik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah.
Skenario tersebut, kata dia, pernah dilakukan pada masa pandemi COVID-19 ketika penyelenggaraan haji harus ditunda demi faktor keselamatan.
"Seperti Covid misal yang lalu, kalau kemudian membahayakan jemaah, misalnya membahaya keselamatan, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam," ujarnya.









.jpeg)
































