jpnn.com, SUMSEL - Pemerintah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar puluhan miliaran rupiah untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap daerah yang menghadapi karhutla.
“Beliau (Presiden Prabowo, red) sudah melakukan rapat langsung koordinasi, namun juga memberikan bantuan khusus untuk penanggulangan karhutla ini,” ujar Menhut Raja Antoni, seusai rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Selasa (15/9/2026).
Sekjen PSI itu mengatakan Banpres diberikan di tengah dukungan anggaran penanggulangan karhutla yang telah tersedia melalui BNPB, kementerian lain, TNI, Polri, maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Adapun perincian bantuan itu Rp30 miliar untuk provinsi Sumsel, Rp 20 miliar untuk Ogan Komering Ilir (OKI) dan Rp20 miliar untuk Musi Banyuasin, serta masing-masing Rp15 miliar untuk Banyuasin dan Ogan Ilir.
Menurutnya penyaluran bantuan tersebut juga telah diikuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai petunjuk teknis penyaluran dan pengelolaannya.
Dia menekankan agar prosesnya tidak terhambat birokrasi, tetapi tetap dapat dipertanggungjawabkan.
“Banpres ini kemudian diikuti oleh Surat Edaran dari Pak Mendagri, tentang Juknis tentang bagaimana teknis penyalurannya, pengelolaannya. Tidak dibuat ribet dengan berbagai macam halangan birokratis, namun tetap akuntabel dan transparan,” katanya.

















































