jpnn.com - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026).
Di tengah kenaikan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi daya beli masyarakat dengan tetap menjaga harga BBM bersubsidi dan LPG 3 kg tidak mengalami perubahan.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah yang tepat dalam merespons gejolak geopolitik di Timur Tengah sekaligus upaya meringankan beban anggaran pemerintah.
"Langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil karena tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, serta LPG 3 kilogram yang digunakan rumah tangga dan sektor transportasi," kata Eddy, Senin (20/4).
Berdasarkan data dari situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo dengan RON 98 naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter. Kenaikan juga dialami oleh Dexlite yang naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina DEX yang naik dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.
Menurut Eddy, konsumsi ketiga jenis BBM yang mengalami kenaikan tersebut diperkirakan kurang dari 10% dari total konsumsi BBM nasional.
"Karenanya kami meyakini kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap mayoritas masyarakat," ucapnya.
Pemerintah juga dipastikan tetap berpegang pada prinsip ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat. Dari sisi ketersediaan, pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman dengan cadangan BBM yang dijaga pada kisaran 18 hingga 21 hari.









































