jpnn.com, JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya ikut merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas bersama Presiden Prabowo Subianto dengan semangat mendukung rencana penataan BUMN menjadi lebih baik kinerjanya dengan komitmen dan jaminan tanpa ada PHK.
Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya menyampaikan pernyataan sikap tegas pada saat perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Monas yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Adapun isi pernyataan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Umum Sutisna di antaranya Federasi mendukung penuh atas agenda penataan Badan Usaha Milik Negara yang digagas oleh Pemerintah, BP BUMN dan DANANTARA yang akan merampungkan entitas BUMN dari jumlah sekitar 1.077 akan dirampingkan menjadi 200-300 entitas BUMN.
Dukungan Federasi ini dengan syarat dalam penataan tersebut harus dihindari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja dan tetap menjaga hak-hak kesejahteraan Pegawai BUMN.
Pernyataan Sikap Federasi BUMN yang menaungi ribuan pekerja BUMN di seluruh Indonesia itu memberikan tekanan pada lima poin penting yang menjadi konsentrasi gerak Organisasi dalam mengawal penataan BUMN ke depan.
Dukungan ini menjadi sinyal penting di tengah gelombang restrukturisasi dan konsolidasi BUMN yang terus berlangsung di bawah arahan BP BUMN dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ketua Umum Federasi BUMN Sutisna juga menyatakan sikap tegas terhadap isu integritas insan BUMN harus dijaga dan mendukung penuh Pemberantasan Korupsi di Tubuh BUMN dan Anak Usaha BUMN.
Poin pernyataan ini adalah bentuk refleksi dari kegelisahan Pekerja BUMN terhadap banyaknya praktik korupsi yang tidak hanya merugikan Keuangan Negara tetapi juga mengancam keberlangsungan Perusahaan BUMN dan mengancan Kesejahteraan Pekerja BUMN dan keluarganya, ujar Sutisna.









































