jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tidak menoleransi praktik share pricing atau 'menggoreng saham'.
Karena itu, Airlangga Hartarto berjanji pmerintah berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku yang terlibat praktik manipulatif tersebut.
Dia mengatakan praktik menggoreng saham tersebut telah merusak pasar, merugikan investor serta menodai kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.
“Terkait dengan penertiban praktik spekulatif yang merusak pasar, pemerintah tidak menolerir, sekali lagi, pemerintah tidak menolerir, praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif,” kata Airlangga Hartarto dikutip Senin (2/1).
Dia menuturkan penyalahgunaan dan manipulasi di pasar modal tidak hanya berdampak pada harga saham dan kepentingan investor, tapi juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Hal tersebut, lanjut dia, dapat menghambat arus modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang diperlukan Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Airlangga menyatakan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas seluruh pihak yang bertentangan dengan regulasi bursa, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), serta undang-undang terkait sektor jasa keuangan yang berlaku.
“Pemerintah akan mendukung penuh proses hukum agar berjalan sesuai dengan aturan,” ujarnya.













































