jpnn.com - WASHINGTON - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres buka suara soal serangan Amerika Serikat ke Venezuela.
Guteress menilai tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela merupakan hal yang mengkhawatirkan yang dapat menciptakan "preseden berbahaya”.
"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya,” kata Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, Sabtu (3/1), melalui pernyataan. “Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh - oleh semua pihak - terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata Dujarric.
Menurut dia, sekjen PBB sangat prihatin aturan hukum internasional tidak dihormati.
Disebutkan bahwa pimpinan PBB itu "sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela" sekaligus memperingatkan "potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut".
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, "dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum," demikian menurut pernyataan tersebut. (antara/jpnn)















































