Pakar Dorong Segera Lakukan Penelusuran Aset di Kasus Korupsi Chromebook

4 hours ago 14

Pakar Dorong Segera Lakukan Penelusuran Aset di Kasus Korupsi Chromebook

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi kasus korupsi merugikan keuangan negara. Foto/Arsip: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook yang menyeret nama mantan menteri Nadiem Makarim menarik perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk Chuck Suryosumpeno, seorang pakar pemulihan aset yang juga pernah menjadi Presiden ARIN-AP (Asset Recovery Inter Agency Network-Asia Pasific).

Dia memberikan analisis mendalam mengenai karakteristik perkara ini yang dia klasifikasikan sebagai White Collar Crime atau kejahatan kerah putih.

Menurut Chuck, jenis kejahatan yang dilakukan oleh NM bukanlah kriminalitas biasa. Kejahatan ini dilakukan oleh individu yang memiliki posisi, status, atau kepercayaan tinggi dalam struktur organisasi maupun pemerintahan.

“Tindak pidana korupsi yang dilakukan NM adalah termasuk jenis kejahatan kerah putih atau White Collar Crime. Ciri utamanya dilakukan tanpa kekerasan fisik (non-violent), tetapi mendatangkan kerugian finansial yang besar melalui serangkaian tipu daya dan penyalahgunaan wewenang," ujar Chuck kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3).

Pelaku dalam kategori ini biasanya adalah para profesional yang memiliki akses eksklusif ke dalam sistem keuangan dan informasi penting. Mereka memanfaatkan jabatan atau keahlian khusus untuk melakukan kejahatan secara senyap sehingga sulit disadari oleh banyak pihak.

Chuck menjelaskan bahwa white collar crime bersifat sistematis dan sering kali baru terdeteksi dalam kurun waktu yang lama setelah kejadian. Dampaknya pun tidak main-main; selain kerugian finansial negara, kejahatan ini merusak kepercayaan publik serta stabilitas ekonomi dan sosial. Mengingat kompleksitasnya, penegakan hukum terhadap kasus seperti ini memerlukan instrumen yang sangat teknis.

“Dibutuhkan keahlian khusus yang melibatkan banyak keahlian, terutama audit forensik dan analisa data keuangan serta berbagai keahlian lainnya yang terkait," tambahnya.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Chuck memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Kejaksaan Agung, khususnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS). Namun, dia juga memberikan catatan krusial mengenai langkah selanjutnya.

Kejaksaan diminta segera untuk melakukan penelusuran aset pada kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |