jpnn.com, JAKARTA - Olok-olok Presiden Prabowo Subianto kembali membuat nilai tukar rupiah terjun lagi pagi ini, Senin (18/5).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan dibuka melemah 33 poin atau 0,19 persen ke level Rp 17.630.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menganalisa pelemahan mata uang Garuda pagi ini turut dipicu oleh pernyataan tak lazim Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya, Presiden sempat mengumpamakan penguatan dolar tidak berdampak bagi orang kampung.
Sikap tersebut dianggap meremehkan tekanan mata uang AS terhadap rupiah.
"Pernyataan Presiden Prabowo ini berakibat fatal terhadap pelemahan rupiah," ujar Ibrahim melalui pesan suara kepada media, Senin (18/5).
Ibrahim menjelaskan secara fundamental, rupiah memang sudah tertekan oleh berbagai faktor, mulai dari tingginya kebutuhan impor minyak, hingga tren masyarakat yang beralih menabung dalam valuta asing.
Namun, pernyataan Presiden yang seolah mengolok-olok kondisi tersebut justru menjadi faktor pemberat tambahan.








































