jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari secara resmi membuka gelaran First Tech Challenge (FTC) Nusantara Championship 2026 di SOR Universitas Indonesia, Depok, Minggu (8/2/2026).
Ajang internasional ini dinilai menjadi fondasi krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga melek teknologi.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Okto ini menegaskan bahwa nilai-nilai robotika sejalan dengan semangat olimpiade, yakni sportivitas, berpikir kritis, dan kerja sama tim.
"Hari ini kita tidak hanya membuka kompetisi robotika, tetapi membuka ruang masa depan. Indonesia butuh talenta muda yang cerdas teknologi, berintegritas, dan siap bersaing secara global," ujar Okto di hadapan ratusan peserta.
Investasi di Bidang STEAMS
Ketua Dewan Pembina Indonesia First Robotics (IFR), Ilham Habibie, turut menekankan bahwa penguasaan STEMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, Sports) adalah kunci karier masa depan.
"Mendukung FTC bukan sekadar menghadiri kompetisi, melainkan investasi nyata. Ini adalah gerakan kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri untuk menyiapkan generasi yang adaptif," kata putra Presiden ke-3 RI tersebut.
Hal senada disampaikan Anggota Dewan Pembina IFR, Yono Reksoprojo. Ia menjelaskan pergeseran paradigma pendidikan dari STEM menjadi STEAMS, dengan menambahkan unsur Sports (olahraga). Gagasan ini menempatkan olahraga sebagai fondasi karakter untuk menciptakan generasi yang sehat dan sportif secara akademis.









































