jpnn.com, TANGERANG - BYD Motors Indonesia tidak rencana menaikan harga jual kendaraannya meski nilai tukar rupiah terus melemah.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia Luther Panjaitan di sela acara peluncuran BYD Mg DM di PIK, Tangerang.
Dia menyampaikan perusahaan sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kami telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui comprehensive study dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan," katanya.
Namun, dia tidak menampik kemungkinan perusahaan akan menaikkan harga kendaraan pada masa mendatang.
"Kalau ditanya potensi mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami," katanya.
BYD sedang membangun fasilitas perakitan kendaraan dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun di Subang, Jawa Barat.
Pabrik yang proses pembangunannya sudah mencapai tahap final itu ditargetkan bisa beroperasi dalam tahun 2026.








































