jpnn.com, BANTEN - Deretan pohon, ruang terbuka hijau, dan lanskap yang tertata rapi menyambut para peserta Musyawarah Provinsi keempat Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) Provinsi Banten di Indonesia Design District, Sabtu, 24 Januari 2026.
Musyawarah ini mengangkat tema besar tentang infrastruktur hijau sebagai fondasi pembangunan daerah.
Para praktisi lanskap, akademisi, hingga perwakilan pemerintah daerah berkumpul dengan satu misi: membicarakan masa depan Banten sebagai kawasan yang hijau, tangguh, dan terhubung melalui infrastruktur terintegrasi.
Bagi Ahmad Suryadi Hamzah, anggota IALI Provinsi Banten, kunjungan ini menjadi kesempatan eksplorasi langsung.
“Saya ke sini kebetulan karena saya tinggal di daerah BSD, jadi saya ingin tahu dan mengeksplor kawasan ini,” ujarnya.
Sebagai praktisi yang bergerak di bidang master planning dan township, Ahmad menilai PIK 2 memiliki pendekatan yang berbeda.
“PIK 2 sering jadi salah satu tolok ukur. Konsepnya tidak sekadar copy-paste, tapi punya karakter tersendiri,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum PN IALI, Rahman Andra Wijaya. Ia menilai PIK 2 menunjukkan keseriusan dalam pengelolaan lanskap.












































