jpnn.com, JAKARTA - Musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih lama sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau diprakirakan bahkan berlangsung hingga Oktober 2026.
Fenomena itu tentu menjadi perhatian bagi pemilik kendaraan lantaran suhu lingkungan yang meningkat tajam.
Selain itu, cuaca panas bisa memengaruhi kinerja komponen mesin secara signifikan.
Saat terjebak macat radiator sulit bekerja maksimal sehingga pelepasan panas dari ruang mesin tidak seoptimal ketika kendaraan melaju.
Auto2000 dalam keterangan resminya, Selasa, menjelaskan kondisi tersebut juga dapat meningkatkan beban kerja oli mesin yang turut membantu menjaga temperatur komponen melalui sirkulasi pelumas.
Suhu lingkungan yang tinggi dalam waktu lama, berpotensi mempercepat penurunan kualitas pelumas apabila kendaraan tidak dirawat secara berkala.
Selain sistem pendinginan dan pelumasan, debu yang lebih banyak selama musim kemarau juga berpotensi mengganggu sejumlah komponen kendaraan.









































