jpnn.com, SUMATERA SELATAN - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Sumatera Selatan masih akan berlangsung hingga empat bulan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi terutama di titik-titik rawan banjir dan tanah longsor.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis menerangkan bahwa akhir musim hujan tidak akan terjadi secara serentak di seluruh wilayah.
"Musim hujan di Sumsel diperkirakan bertahan hingga Akhir April atau awal Mei mendatang. Tentang waktu berakhirnya musim berbeda-beda di setiap wilayah," terang Wandayantolis, Minggu (8/2/2026).
Potensi curah hujan tinggi menurut data BMKG peningkatan curah hujan masih akan terjadi dengan intensitas hujan, berkisar antara 100 hingga 300 milimiter per bulan.
"Secara umum pada Februari hingga April dominan curah hujan pada kisaran intensitas 100 hingga 300 mm. Sehingga, daerah yang rawan bencana hidrometeorologi diimbau tetap waspada dan selalu memantau informasi yang disampaikan BMKG," jelas Wandayantolis.
Curah hujan yang masih cukup tinggi ini berpotensi memicu genangan air, banjir luapan sungai, serta tanah longsor di wilayah dengan kontur tanah labil dan daerah aliran sungai.
Sejumlah kawasan di Sumsel yang memiliki riwayat banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.









































