jpnn.com, JAKARTA - Keberhasilan dalam pemberantasan korupsi menjadi faktor krusial yang mendorong tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, yang kini mencapai 79,9%.
Temuan terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa performa progresif Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam memburu aset koruptor menjadi lokomotif utama persepsi positif masyarakat tersebut.
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, memaparkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara, khususnya Kejaksaan, berkorelasi linear dengan kepuasan terhadap kepemimpinan nasional.
Lonjakan kepuasan publik terhadap pemerintah tidak lepas dari capaian Kejaksaan Agung yang kini menempati posisi teratas sebagai lembaga hukum paling dipercaya di Indonesia.
Menurut Burhanuddin, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung mencapai 80 persen. Angka ini melampaui tingkat kepercayaan terhadap Mahkamah Konstitusi (75,1%), Komisi Pemberantasan Korupsi (71,8%), dan Polri (65,5%).
Burhanuddin menyebut ini sebagai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, menyamai performa pada pertengahan 2024 yang juga menyentuh level 80 persen.
Keberhasilan penegakan hukum oleh Kejaksaan berdampak langsung pada penilaian masyarakat terhadap kondisi pemberantasan korupsi nasional.
Sebanyak 48,7% publik memberikan penilaian baik atau sangat baik terhadap kondisi pemberantasan korupsi saat ini. “Tren ini menunjukkan grafik yang stabil dan menguat dibandingkan periode survei sebelumnya,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Persepsi Publik Terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga Terhadap Lembaga-Lembaga Negara’ secara virtual, Minggu (8/2).









































