jpnn.com - Bella Graceva hingga Zikri Daulay membintangi film horor terbaru berjudul Waru.
Film itu diangkat dari mitos mengenai kepercayaan lama yang menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan.
Akan tetapi, sebagian dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan makhluk tak kasat mata. Salah satunya adalah Pohon Waru.
Mitos itu yang kemudian diangkat secara mendalam dalam film Waru, sebuah horor berbalut mitos, kearifan lokal, dan kisah-kisah yang konon kerap benar-benar terjadi di tengah masyarakat.
Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, Waru tak sekadar menyajikan ketakutan instan, tetapi menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan, yakni tentang pohon Waru yang tak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius.
Sutradara Chiska Doppert menilai, keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.
"Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, orang tua dulu melarang kita melewati pohon waru di saat magrib, bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya," ujar Chiska Doppert.
Adapun proses syuting film Waru dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Bogor, Sukabumi, Solo dan Gunung lawu, memperkuat atmosfer cerita.









































