jpnn.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah agar Indonesia mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah segera membuka dialog dengan MUI terkait permintaan tersebut.
"Kami nanti akan berdialog dengan MUI," kata Prasetyo Hadi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.
Dia menyampaikan pemerintah menghormati aspirasi MUI dan meyakini dialog menjadi ruang penting untuk memberikan penjelasan mengenai alasan Indonesia bergabung dalam forum tersebut.
“Nanti, kami akan berikan penjelasan kenapa kita (RI, red) memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini,” ujar Prasetyo.
Dia menekankan keikutsertaan Indonesia di BoP merupakan bagian dari strategi diplomasi untuk membangun komunikasi dan menyampaikan pandangan Indonesia di tingkat internasional, khususnya terkait perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Itu, kan (bergabung BoP, red) bagian dari cara kita membangun dialog. Kalau kita tidak ikut bergabung, bagaimana kita berdialog untuk memberikan masukan, memberikan pendapat, dalam rangka supaya bangsa Palestina bisa diakui kemerdekaan,” katanya.
Terkait isu kontribusi atau iuran keanggotaan dalam BoP, Prasetyo menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia sebagai anggota forum internasional.













































