MSIG Indonesia Ajak Siswa SD Jadi Agen Perubahan Memilah Sampah

2 days ago 28

MSIG Indonesia Ajak Siswa SD Jadi Agen Perubahan Memilah Sampah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

BDFC 2026 bersama siswa SD dan sukarelawan MSIG Indonesia. Foto: Dok. MSIG Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 109 siswa kelas 5 di SDN Jampang 01 dan SDN Karang Tengah 07, Bogor, mengikuti Biodiversity Fun Class (BDFC) 2026 yang diselenggarakan PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia).

Bekerja sama dengan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) dan Save the Children Indonesia, program ini mengajak siswa mengenal pemilahan sampah sebagai langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Urgensi pengelolaan sampah tercermin dari studi UCLA Emmett Institute on Climate Change and the Environment yang dirujuk dalam materi BDFC 2026.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang diperkirakan melepaskan sekitar 6,3 ton metana per jam atau sekitar 55.000 ton per tahun. Gas metana yang antara lain dihasilkan ketika sampah organik membusuk di tempat pemrosesan akhir merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim serta memberikan tekanan terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Mengusung tema “Kepedulian untuk Masa Depan” dengan konsep “Pilah Sampah, Bumi Bahagia!”, BDFC 2026 memperkenalkan tiga kategori dasar sampah, yaitu organik, anorganik, dan residu.

Para siswa mempelajari cara mengelola setiap jenis sampah serta dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap tanah, air, hewan, dan manusia.

“Saya percaya bahwa inisiatif ini penting karena membantu membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Dengan memperkenalkan kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, kami berharap para siswa dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga serta komunitas mereka untuk menerapkan praktik lingkungan yang lebih bertanggung jawab,” ujar Tomosuke Tsuruoka, Presiden Direktur MSIG Indonesia.

Materi disampaikan melalui video edukasi, storytelling bersama Save the Children Indonesia, kuis, permainan kelompok, dan praktik langsung memilah sampah. Pendekatan interaktif ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat menerapkannya di rumah dan sekolah.

Dari pilah sampah ke jaga keanekaragaman hayati, MSIG Indonesia mengajak siswa SD jadi agen perubahan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |