jpnn.com, JAKARTA - Band ska berbasis di Kuala Lumpur, Moda Moody, merilis mini album Rekam Jejak melalui kerja sama dengan DoggyHouse.
Dibentuk pada 2007, Moda Moody merupakan sekumpulan musisi yang memadukan beberapa genre musik ska, reggae dan indie.
Mewakili generasi musisi yang terinspirasi budaya lokal maupun global, Moda Moody berdiri sebagai simbol menyatukan musik, identitas dan budaya.
Extended play Rekam Jejak yang menggaet Denny Frust sebagai music director pada proses rekaman.
Adapun 5 lagu yang bersemayam dalam album itu yaitu, Rindu Dihembus Bayu, Bodoh, Gadisku di Lantai Tari, Reggae dan Ska, serta Matahari.
Lagu Rindu Dihembus Bayu terasa spesial karena disisipi langgam keroncong yang terbukti mampu membuai para pendengar.
Saat peluncuran album, band yang digawangi oleh Mell Malik (vokal), Ashley Gibson (gitar), Aliph (gitar), Mienang Ayuwe 69 (bass), J’Rowl (drum) dan Meer Dean (keyboard) itu juga melakukan launching EP bertepatan dengan event Ska Invasion di Bangunan Melaka (Melaka) bersama beberapa band ska lainnya yaitu The Corumn, The Island, The Everyday, Skymove dan Besska Tok Saad.
Moda Moody kemudian mencetak EP ke dalam cakram padat CD bundling dengan t-shirt, poster dan stickers, lalu menggelar listening party bertempat di Honcho Pizza Parlour (Subang Jaya), lalu release party di Angguk Studio (Selangor) bersama An Honest Mistake, Single Stitch, Nahara dan Rakuza.















































